Anak Sedang Gangguan Mental

Anak Sedang Gangguan Mental – Untuk orangtua, susah untuk mengetahui masalah psikis anak dan mengakibatkan anak tidak memperoleh bantuan diperlukan.

Saat sebelum ketahui langkah menangani masalah psikis pada anak, Anda perlu pahami lebih dulu tanda dan tanda-tandanya.

Anak Sedang Gangguan Mental? dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Masalah psikis atau masalah jiwa ialah penyakit yang mempengaruhi emosi, sudut pandang, dan sikap penderitanya. Sama seperti dengan penyakit fisik, penyakit psikis ada juga obatnya.

Baca Juga: Kelelahan Mental Akibat Kecanduan Bekerja

Di Indonesia, pasien masalah psikis diibaratkan dengan panggilan ‘orang gila’ atau ‘sakit jiwa’, dan kerap alami tindakan yang tidak membahagiakan, bahkan juga sampai dipasung. Walau sebenarnya, pasien masalah psikis dapat dibawa ke rumah sakit untuk diberi penyembuhan.

Ada beberapa factor yang dapat memacu berlangsungnya masalah psikis, dimulai dari terserang penyakit tertentu sampai alami depresi karena kejadian traumatis, seperti ditinggalkan mati orang yang disayang, kehilangan pekerjaan, atau terisolasi untuk waktu lama.

Ingat kejadian-peristiwa traumatis itu sering dirasakan beberapa orang belakangan ini, karena itu tidaklah aneh ada wabah COVID-19 kerap dihubungkan dengan timbulnya masalah psikis pada seorang.

Jika Anda membutuhkan pengecekan COVID-19, click link di bawah ini supaya Anda bisa ditujukan ke sarana kesehatan paling dekat:

  • Rapid Tes Anti-bodi
  • Swab Antigen (Rapid Tes Antigen)
  • PCR

Tanda-tanda Masalah Psikis

Tanda-tanda dan tanda masalah psikis bergantung pada tipe masalah jiwa yang dirasakan. Pasien dapat alami masalah pada emosi, sudut pandang, dan sikap. Contoh-contoh tanda-tanda masalah psikis ialah:

Waham atau delusi, yakni yakini suatu hal yang tidak riil atau mungkin tidak sesuai bukti yang sesungguhnya.

Halusinasi, yakni kesan saat seorang menyaksikan, dengar, atau rasakan suatu hal yang sesungguhnya tidak riil.

Situasi hati yang beralih-alih dalam masa-periode tertentu.

Rasa sedih yang berjalan sampai beberapa minggu, bahkan juga beberapa bulan.

Rasa kuatir dan takut yang terlalu berlebih dan terus-terusan, sampai mengusik rutinitas setiap hari.

Masalah makan misalkan berasa takut berat tubuh semakin bertambah, condong memuntahkan makanan, atau makan dengan jumlah banyak.

Pengubahan pada jadwal tidur, seperti gampang mengantuk dan tertidur, susah tidur, dan masalah pernafasan dan kaki resah saat tidur.

Ketagihan nikotin dan alkohol, dan penyimpangan NAPZA.

Geram terlalu berlebih sampai mengamuk dan lakukan tindak kekerasan. Sikap yang tidak lumrah, seperti berteriak tidak terang, bicara dan ketawa sendiri, dan keluar dari rumah pada keadaan telanjang.

Kecuali tanda-tanda yang berkaitan dengan psikis, pasien masalah psikis dapat alami tanda-tanda pada fisik, misalkan sakit di kepala, sakit punggung, dan sakit maag.

Kapan harus ke dokter

Cepatlah konsultasi sama dokter specialist kesehatan jiwa (psikolog) jika Anda alami tanda-tanda di atas, terlebih bila gejala-gejala itu ada secara bertepatan dan mengusik rutinitas setiap hari.

Jika orang di seputar Anda memperlihatkan tanda-tanda masalah psikis, ajak ia share dan berbicara baik berkenaan tanda-tanda yang dirasakannya. Bila memungkinkannya, ajak ia menjumpai psikolog.

Segera ke IGD rumah sakit jiwa bila ada tingkah untuk mencederai diri kita dan seseorang, terlebih bila ada kemauan untuk bunuh diri. Jika hal itu terjadi ke orang di seputar Anda, teruslah dengannya dan kontak nomor genting.

Pemicu Masalah Psikis

Belum tahu dengan cara tepat apa pemicu masalah psikis. Tetapi, keadaan ini dijumpai berkaitan dengan factor biologis dan psikis, seperti akan dirinci di bawah ini:

  • Factor biologis (atau disebutkan masalah psikis organik)
  • Masalah pada peranan sel saraf di otak.
  • Infeksi, misalkan karena bakteri Streptococcus.
  • Abnormalitas bawaan atau cidera pada otak.
  • Kerusakan otak karena terbentur atau kecelakaan.
  • Kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan.
  • Mempunyai orangtua atau keluarga pasien masalah psikis.
  • Penyimpangan NAPZA dalam periode panjang, misalkan heroin dan kokain.
  • Kekurangan gizi.
  • Factor psikis
  • Kejadian traumatik, seperti kekerasan dan penghinaan seksual.
  • Kehilangan orangtua atau disia-siakan di periode kecil.
  • Kurang sanggup berkawan sama orang lain.
  • Perpisahan atau ditinggalkan mati oleh pasangan.
  • Hati rendah diri, tidak sanggup, geram, atau kesepian.

Kecuali factor psikis yang sudah disebut sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika ada pada keadaan wabah, seperti wabah COVID-19, bisa juga jadi factor penyebab depresi yang selanjutnya membuat orang lebih rawan alami masalah psikis.

Depresi itu bisa berawal dari rasa takut dan cemas mengenai kesehatan, keuangan, atau pekerjaan, yang banyak dipengaruhi karena wabah.

Analisis Masalah Psikis Anak Sedang Gangguan Mental

Untuk tentukan tipe masalah psikis yang dialami pasien, psikolog akan lakukan pengecekan klinis mental dengan menginterviu pasien atau keluarganya. Pertanyaan yang akan disodorkan mencakup:

Tanda-tanda yang dirasakan, terhitung semenjak kapan tanda-tanda ada dan efeknya pada rutinitas setiap hari.

  • Kisah penyakit psikis pada pasien dan keluarganya.
  • Kejadian yang dirasakan pasien di masa lampau yang memacu trauma.
  • Beberapa obat dan suplemen yang pernah atau sedang dimakan.

Buat singkirkan peluang ada penyakit lain, dokter akan lakukan pengecekan fisik dan pengecekan pendukung. Salah satunya pengecekan pendukung yang dilaksanakan ialah test darah.

Lewat test darah, dokter bisa ketahui apa tanda-tanda pada pasien disebabkan karena masalah tiroid, ketagihan alkohol, atau penyimpangan NAPZA.

Contoh Masalah Psikis

Sesudah lakukan beberapa pengecekan, dokter bisa tentukan tipe masalah psikis yang dirasakan pasien. Dari beberapa tipe masalah psikis, beberapa yang paling umum terjadi ialah:

  1. Stres

Stres sebagai masalah situasi hati yang mengakibatkan penderitanya terus-terusan bersedih. Berlainan dengan duka cita biasa yang berjalan sepanjang sekian hari, rasa sedih pada stres dapat berjalan sampai beberapa minggu atau beberapa bulan.

  1. Skizofrenia

Skizofrenia ialah masalah psikis yang memunculkan keluh kesah halusinasi, delusi, dan kerusuhan memikir dan berperangai. Selain itu Skizofrenia membuat penderitanya tidak dapat membandingkan di antara realita dengan pemikirannya sendiri.

  1. Masalah kekhawatiran

Masalah kekhawatiran sebagai masalah psikis yang membuat penderitanya berasa kuatir dan takut terlalu berlebih dan terus-terusan jalani rutinitas setiap hari. Pasien masalah kekhawatiran bisa alami gempuran cemas yang berjalan lama dan susah dikontrol.

  1. Masalah bipolar

Masalah bipolar ialah tipe masalah psikis yang diikuti dengan pengubahan situasi hati. Pasien masalah bipolar bisa berasa benar-benar bersedih dan patah semangat dalam masa tertentu, selanjutnya jadi benar-benar suka dalam masa lainnya.

  1. Masalah tidur

Masalah tidur sebagai pengubahan pada jadwal tidur yang sampai mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup penderitanya. Contoh-contoh masalah tidur ialah susah tidur (insomnia), mimpi jelek (parasomnia), atau benar-benar gampang tertidur (narkolepsi).

Penyembuhan Masalah Psikis Anak Sedang Gangguan Mental

Penyembuhan masalah psikis bergantung pada tipe masalah yang dirasakan dan tingkat keparahannya. Kecuali therapy sikap kognitif dan pemberian obat, dokter akan merekomendasikan pasien jalani pola hidup yang sehat.

Therapy sikap kognitif

Therapy sikap kognitif ialah tipe psikoterapi yang mempunyai tujuan mengganti sudut pandang dan tanggapan pasien, dari negatif jadi positif. Terapi ini jadi opsi khusus untuk menangani masalah psikis, seperti stres, skizofrenia, masalah kekhawatiran, masalah bipolar, dan masalah tidur.

Pada banyak kasus, dokter akan memadukan therapy sikap kognitif dan beberapa obat, supaya penyembuhan jadi lebih efisien.

Anak Sedang Gangguan Mental Beberapa obat

Untuk menurunkan tanda-tanda yang dirasakan pasien dan tingkatkan efektivitas psikoterapi, dokter bisa memberi resep beberapa obat berikut ini:

  • Antidepresan, misalkan fluoxetine
  • Antipsikotik, seperti aripiprazole.
  • Penurun kuatir, misalkan alprazolam.
  • Mood stabilizer, seperti lithium.
  • Pengubahan pola hidup

Jalani pola hidup sehat bisa membenahi kualitas tidur pasien masalah psikis yang alami masalah tidur, terlebih jika digabungkan dengan sistem penyembuhan di atas. Beberapa cara yang dapat dilaksanakan ialah:

  • Kurangi konsumsi gula pada makanan.
  • Perbanyak makan sayur dan buah.
  • Batasi mengonsumsi minuman mengandung kafein.
  • Stop merokok dan konsumsi minuman mengandung alkohol.
  • Mengurus depresi secara baik.
  • Lakukan olahraga dengan teratur.
  • Makan camilan dengan sedikit karbohidrat saat sebelum tidur.
  • Tidur dan bangun di jam yang serupa tiap hari.

Bila alami masalah psikis yang cukup kronis, pasien perlu jalani perawatan di dalam rumah sakit jiwa. Demikian pula bila pasien tidak dapat jalani perawatan berdikari atau sampai bertindak yang mencelakakan diri kita dan seseorang.

Kompleksitas Masalah Psikis

Masalah psikis bisa mengakibatkan kompleksitas serius, baik pada fisik, emosi, atau sikap. Bahkan juga, satu masalah psikis yang tidak ditangani dapat memacu masalah psikis yang lain. Beberapa kompleksitas yang dapat ada ialah:

  • Hati tidak berbahagia dalam kehidupan.
  • Perselisihan dengan bagian keluarga.
  • Kesusahan merajut jalinan sama orang lain.
  • Terkucil dari kehidupan sosial.
  • Ketagihan rokok, alkohol, atau NAPZA.
  • Kemauan untuk bunuh diri dan mencelakakan seseorang.
  • Terlilit permasalahan hukum dan keuangan.
  • Rawan sakit karena mekanisme ketahanan tubuh turun.
  • Penjagaan Masalah Psikis

Tidak seluruhnya masalah psikis bisa dihindari. Tetapi, ada banyak cara yang dapat dilaksanakan untuk kurangi resiko gempuran masalah psikis, yakni:

  • Masih berperan serta aktif dalam pertemanan dan rutinitas yang disukai.
  • Sharelah dengan rekan dan keluarga saat hadapi permasalahan.
  • Kerjakan olahraga teratur, makan teratur, dan urus depresi secara baik.
  • Tidur dan bangun tidur teratur di saat yang serupa sehari-harinya.
  • Tidak boleh merokok dan memakai NAPZA.
  • Awasi mengonsumsi minuman mengandung alkohol dan minuman mengandung kafein.
  • Konsumsi beberapa obat yang diresepkan dokter, seperti jumlah dan ketentuan gunakan.
  • Selekasnya ke dokter jika ada tanda-tanda masalah psikis.